DUMAI — Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya pemberitaan di ruang publik, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sebagai fondasi utama keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seruan ini disampaikan oleh pemerhati isu kebangsaan, Andi Irwandi yang menekankan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi setiap informasi, baik yang beredar melalui media massa maupun media sosial.
Menurut Andi Irwandi, dinamika digital saat ini telah membuka ruang luas bagi penyebaran informasi yang cepat, namun tidak selalu akurat. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya, apalagi terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Kita harus selalu menjaga Persatuan Indonesia dari segala bentuk informasi dan pemberitaan, baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media sosial. Jangan mudah percaya sebelum kita mengecek kebenarannya secara objektif,” tegas Andi Irwandi
Ia menambahkan bahwa penyebaran hoaks, ujaran kebencian, dan propaganda berbasis kepentingan sempit berpotensi merusak sendi-sendi kebangsaan jika tidak disikapi secara kritis oleh masyarakat. Sikap selektif dan rasional dalam menerima informasi menjadi kunci utama untuk mencegah perpecahan sosial.
Lebih lanjut, Andi Irwandi menegaskan bahwa semangat kebangsaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, merawat persatuan harus dilakukan dengan kesadaran moral, kedewasaan berpikir, serta komitmen bersama terhadap masa depan bangsa.
“Kebangsaan harus kita rawat dengan hati, dengan kejujuran dan rasa cinta terhadap negeri tercinta ini. Persatuan bukan hanya slogan, melainkan energi utama untuk memastikan generasi mendatang tetap hidup dalam Indonesia yang utuh, damai, dan berdaulat,”
Ia berharap masyarakat semakin aktif membangun budaya literasi informasi, memperkuat dialog kebangsaan, serta mengedepankan nilai-nilai toleransi dan gotong royong sebagai karakter asli bangsa Indonesia.
Seruan ini dinilai relevan mengingat meningkatnya polarisasi sosial akibat perbedaan pandangan politik, ideologi, maupun kepentingan kelompok yang kerap dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan konflik horizontal.
Dengan semangat persatuan yang terus dijaga, Andi Irwandi optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan global sekaligus memperkuat ketahanan nasional di era transformasi digital yang semakin kompleks.







